Sabtu, 12 Desember 2015

Kepada kamu, yg pernah menjadi yg pertama

Hei kamu,
Yg dulu pertama kali memberikan rasa
Yg dulu pertama kali membuat salah tingkah
Yg dulu pertama kali memberitahu, cinta

Hei kamu,
Yg dulu menulis surat, ya surat..
Surat yg setengah mati aku sembunyikan dari ayah
Surat yg isinya singkat, hanya ada kata 'gue suka sama lo'
Kurang lebih begitu...
Memoriku agak sulit untuk diulik lagi

Hei kamu,
Yg selalu bersusah payah mengambil hati ku
Yg selalu dengan sangat gamblang menunjukkan cinta
Dan selalu saja aku acuhkan

Hei kamu,
Yg dulu berhasil membuat seisi kelas membelamu
Ya,membelamu supaya aku bilang 'ya'
Sampai semua guru pun rasanya tau tentang itu

Hei kamu,
Terimakasih sudah ikut memberi warna
Sudah membuang rasa malu hanya untuk bilang cinta
Sudah membuang banyak waktumu saat itu untuk sekali lagi, meyakinkanku, mengambil hatiku

Hei kamu,
Terimakasih karena sebenarnya kamu berhasil
Berhasil menempatkan cinta pada saat itu
Tapi
Hukum alam yg menyatakan bahwa wanita itu penuh dengan gengsi
Dan itu membuat aku ikut bersusah payah menjauh

Hei kamu,
Mungkin cerita kita ini cukup lucu untuk anak anak kita nanti
Mungkin memang takdir dan jodoh tidak memberikan jalan yg sama
Tapi aku harap dengan ini kamu tau, aku juga dulu pernah punya rasa itu

Hei kamu,
Jodohmu nanti pasti yg terbaik
Secepatnya ya disegerakan


Dari aku,
Yg tiba tiba teringat
Dan tiba tiba tidak bisa tidur
Jadi akhirnya menumpahkan semua ini



Bogor,121215 12.33
Baca Lagi -

Kamis, 15 Januari 2015

Menjelang Hari Besar... H-16

Ya,
16 hari lagi.
Saya bukan lagi 'anak ibu'. Tapi akan menjadi seorang istri.
Saya bukan lagi hanya patuh kepada Ibu, tapi juga akan dan harus patuh kepada seorang imam yang akan menuntun saya menjemput surga.
Saya tidak hanya akan memikirkan bagaimana saya saja, tapi juga harus memikirkan apa yang harus saya lakukan supaya bisa menjadi istri yang sholihah.
Saya bukan hanya berbakri kepada Ibu, tapi juga akan dan harus berbakti kepada laki-laki yang sudah berani 'mengambil' saya dari Ibu saya.



Takut,
Sungguh saya takut.
Takut 'kehilangan cinta' Ibu saya.
Takut tidak bisa membahagiakan keluarga kecil kami nanti.
Takut sekali. Sampai pernah sesaat terpikir untuk membatalkan ini semua dan kembali ke pelukan Ibu saya.
Saya masih belum bisa membahagiakan Ibu saya, bagaimana caranya sekarang saya harus membahagiakan orang lain?
Saya masih belum bisa mengatur diri saya sendiri, bagaimana saya nantinya akan mengatur prang lain?
Saya masih ingin menjadi seorang anak yang bisa bermanja-manja dengan Ibu. Saya masih ingin menjadi gadis kecil.
Sungguh saya takut.


Bahagia,
Luar biasa bahagia.
Akhirnya 1 langkah lagi bisa memenuhi 1/2 agama saya.
Akhirnya bisa memenuhi sunnah Rosul.
Sangat bahagia, sehingga entah apa lagi yg bisa saya tuliskan selain saya sangat bahagia.


Bismillahirrohmaanirrohiim..
Ya Alloh, Ya Rab,
Terimakasih telah memberikan rezeki-mu yg luar biasa ini.
Terimakasih telah mengirimkan seorang lelaki yg akan menjadi imam ku nanti. Lelaki pemberani, lelaki yg tegas, lelaki dengan sejuta kesabaran. Lelaki yg InsyaAlloh terbaik untukku.
Terimakasih karena sampai detik ini limpahan kasih dan rahmat Mu masih selalu tercurah kepada kami.
Ya Alloh, Ya Rab,
Tuntunlah hamba Mu ini untuk bisa menjadi istri yg Sholihah.
Tuntun hamba untuk selalu bisa menjadi anak yg berbakti kepada Ibu.
Bantu hamba untuk menjadi wanita yg lebih berani lagi.
Lancarkan lah segala urusan kami.
Amiin...



Tangerang, 15 januari 2015
Baca Lagi - Menjelang Hari Besar... H-16

weLCome guyz...

Thank's buat semuanya yg udah mau baca. Ditunggu cuap-cuapnya..

_yg Dah ikutan.

ups..it's me!!

Foto saya
bogor, jawa barat, Indonesia
Alia Mazenari Lahir di Bogor, 25 Maret 1991 Anak pertama Childish, manja, egois, tapi ga tegaan, & susah klo mau ambil keputusan (kudu ada perantara) cuma itu yg lainnya, kita knalan dlu yaa.. hehehe