16 hari lagi.
Saya bukan lagi 'anak ibu'. Tapi akan menjadi seorang istri.
Saya bukan lagi hanya patuh kepada Ibu, tapi juga akan dan harus patuh kepada seorang imam yang akan menuntun saya menjemput surga.
Saya tidak hanya akan memikirkan bagaimana saya saja, tapi juga harus memikirkan apa yang harus saya lakukan supaya bisa menjadi istri yang sholihah.
Saya bukan hanya berbakri kepada Ibu, tapi juga akan dan harus berbakti kepada laki-laki yang sudah berani 'mengambil' saya dari Ibu saya.
Takut,
Sungguh saya takut.
Takut 'kehilangan cinta' Ibu saya.
Takut tidak bisa membahagiakan keluarga kecil kami nanti.
Takut sekali. Sampai pernah sesaat terpikir untuk membatalkan ini semua dan kembali ke pelukan Ibu saya.
Saya masih belum bisa membahagiakan Ibu saya, bagaimana caranya sekarang saya harus membahagiakan orang lain?
Saya masih belum bisa mengatur diri saya sendiri, bagaimana saya nantinya akan mengatur prang lain?
Saya masih ingin menjadi seorang anak yang bisa bermanja-manja dengan Ibu. Saya masih ingin menjadi gadis kecil.
Sungguh saya takut.
Bahagia,
Luar biasa bahagia.
Akhirnya 1 langkah lagi bisa memenuhi 1/2 agama saya.
Akhirnya bisa memenuhi sunnah Rosul.
Sangat bahagia, sehingga entah apa lagi yg bisa saya tuliskan selain saya sangat bahagia.
Bismillahirrohmaanirrohiim..
Ya Alloh, Ya Rab,
Terimakasih telah memberikan rezeki-mu yg luar biasa ini.
Terimakasih telah mengirimkan seorang lelaki yg akan menjadi imam ku nanti. Lelaki pemberani, lelaki yg tegas, lelaki dengan sejuta kesabaran. Lelaki yg InsyaAlloh terbaik untukku.
Terimakasih karena sampai detik ini limpahan kasih dan rahmat Mu masih selalu tercurah kepada kami.
Ya Alloh, Ya Rab,
Tuntunlah hamba Mu ini untuk bisa menjadi istri yg Sholihah.
Tuntun hamba untuk selalu bisa menjadi anak yg berbakti kepada Ibu.
Bantu hamba untuk menjadi wanita yg lebih berani lagi.
Lancarkan lah segala urusan kami.
Amiin...
Tangerang, 15 januari 2015

0 Comment:
Posting Komentar